Penilaian Sosial
Untuk memahami fenomena social, GReEN menggunakan metoda penelitian Etnografi yang diarahkan oleh antropolog, yang bekerja dan menetap di lapangan untuk bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat dalam jangka waktu lama untuk merekam perilaku sosial. Data Etnografi digunakan untuk merancang desain komunitas kedepannya dan atau untuk memantau serta evaluasi implementasi program.
Terdapat tiga lapisan masalah yang dibutuhkan untuk memahami permasalahan di lokasi dalam hubungannya dengan kegiatan manusia. Makna budaya, praktek sosial, dan politik secara terpaksa. Analisis etnografi yang digunakan untuk memahami berbagai rangkaian hubungan antar manusia, alam dan terkait kebijakan lingkungan yang sudah ada. Etnografi membuat kita bisa merangkum sejarah panjang, sosial, wacana politik, dan konflik sebagai data utama. Hal tersebut diturunkan dari rangkaian interview mendalam, observasi, dan kelompok diskusi (FGD) tentang kehidupan sehari-hari masyarakat, harapan mereka untuk masa depan dari hasil interaksi dan adaptasi jangka panjang dengan ekosistem, perubahan iklim, cara pertanian dan komoditas kehutanan.
Selain itu, “tugas rutin etnografi” untuk bisa melihat dan menyelesaikan kebutuhan data spesifik adalah sebagai berikut:
Penilaian Cepat Pedesaan Pada dasarnya adalah Teknik cepat untuk mendapatkan sebanyak banyaknya informasi dengan waktu terbatas. untuk memastikan orang-orang tersebut tidak dikecualikan dalam partisipasi, teknik untuk menghindari penulisan sedikit mungkin, mengandalkan alat komunikasi lisan dan komunikasi visual seperti gambar, symbol, objek fisik dan memori kelompok secara berjalan.
Survei Rantai Komoditas untuk memahami hubungan antara konsumsi sehari-hari dan produksi melalui aliran keluar komoditas dari hilir sampai hulu dan sebaliknya. pendekatan ini digunakan untuk melihat bagaimana masyarakat mengatur strategi untuk bertahan melawan perubahan harga di kenaikan dan penurunan harga pasar dan kendala-kendala lainnya
Indeks Kejahteraan Sosial Budaya merupakan metode yang diadopsi dari cabang psikologi untuk memahami kondisi baik atau kondisi memuaskan dari suatu keadan seperti kesehatan, kebahagiaan, kemakmuran dan kesejahteraan dalam sebuah populasi. Untuk tujuan ini, kami memodifikasi parameter kesejahteraan kedalam pengamatan sosial dan ekonomi seperti pengukuran kualitas perumahan, sanitasi, kesehatan, pekerjaan dan kepemilikan tanah yang diinginkan secara berkelompok. teknik ini membutuhkan partisipasi kelompok untuk menjelaskan kesejahteraan mereka berdasarkan kondisi nilai sosial budaya yang ada
Pendekatan Turun Lapang ini adalah salah satu pendekatan penelitian kualitatif yang mana dianggap efisen dan efektif dalam rangka mengumpulkan wawasan dan pandangan langsung dari mereka yang terdampak. Dengan menggunakan orang-orang yang terlatih dan peneliti berpengalaman yang menetap di rumah masyarakat, ikut dalam kehidupan sehari hari dan percakapan sehari hari dalam jumlah keluarga, tetangga mereka dan lain-lain yang berhubungan dengan mereka. pendekatan ini memastikan kekuatan kedekatan antara peneliti dengan peserta studi yang meminimalkan dan menyediakan kondisi yang memungkinkan untuk kawasan yang luas kedalam konteks masyarakat dan kenyataan yang muncul. pendekatan yang mendalam menyediakan peneliti dengan keuntungan untuk triangulasi komunikasi dengan pengalaman tangan pertam mereka dan observasi dari menghabiskan waktu dengan keluarga yang menjadi objek studi
Keanekaragaman Hayati dan Inventarisasi Karbon
Kami Memiliki kemampuan dalam inventarisasi hutan dan tanah mengikuti Peraturan Kementrian Lingkungan Hidup dan Peraturan P.33/Menhut-II/2009 Tentang Pedoman Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMBI) dan juga mengacu pada sistem inventarisasi hutan berkala SNI 724:2011 Tentang Pengukuran dan perhitungan cadangan karbon-pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan (ground based forest carbon accounting)
Rehabiltasi Daerah Aliran Sungai (DAS)
Tim kami memiliki pengalaman dalam memfasilitasi kegiatan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui kegiatan penanaman bibit pohon yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan rehabilitasi DAS, kami tidak hanya memfasilitasi kegiatan penanaman tapi juga melakukan kegiatan pendampingan rutin terkait pengelolaan lahan yang lestari dan berkelanjutan serta melakukan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pembibitan pohon dengan tehnik okulasi.
Peningkatan Kapasitas Kelembagaan
elatihan Kelembagaan di definisikan sebagai proses pengembangan dan penguatan keterampilan, Naluri, Kemampuan, Proses dan Sumberdaya dari kelompok dan organisasi lokal untuk dapat bertahan, beradaptasi, dan berkembang sesuai dengan program terkait lingkungan. Materi pelatihan meliputi pengenalan kebiasaan baru dalam mengikuti program, penguatan kelompok masyarakat dalam hal administrasi kelembagaan, penguatan ekonomi, memahami dampak dari perubahan iklim dan kampanye berbasis konservasi.