Skip to main content

GReEN

Rencana Reklamasi dan Pasca Tambang WPR Blok Lemer Desa Buwun Mas

Pengalaman Kami Andalalin SIHT Desa Jembatan  Kembar Lombok Barat Sebagai bagian dari rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT), BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk mengkaji dan mengendalikan dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan SIHT. Dalam pelaksanaan kegiatan Andalalin, PT Gaia Restorasi Ekologi Nusantara (GReEN) dipercaya sebagai konsultan pelaksana yang bertanggung jawab terhadap penyusunan dokumen Andalalin SIHT Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan Andalalin disusun untuk merumuskan langkah pengelolaan lalu lintas yang diperlukan agar mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi selama pembangunan SIHT dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Deskripsi Kegiatan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) disusun untuk mendukung rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) yang direncanakan pada tahun perencanaan kegiatan, berlokasi di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rencana pembangunan SIHT dilaksanakan pada lahan seluas 26.135 m² yang diperuntukkan bagi pembangunan bangunan utama sentra industri dan fasilitas pendukungnya. Rencana kegiatan pembangunan SIHT mencakup tahapan persiapan lahan, pembangunan fisik bangunan utama, prasarana utilitas, sistem drainase, serta sarana penunjang lainnya. Tahap kegiatan yang dikaji dalam dokumen Andalalin difokuskan pada potensi dampak kegiatan pembangunan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk mobilisasi alat berat, transportasi material konstruksi, serta peningkatan frekuensi kendaraan pribadi dan umum di akses jalan menuju lokasi kegiatan. Penyusunan dokumen Andalalin dilakukan dengan mengkaji kondisi lalu lintas eksisting, meliputi volume kendaraan, kapasitas jalan, tingkat pelayanan (Level of Service), titik rawan kemacetan, serta pola pergerakan kendaraan di sekitar Desa Jembatan Kembar dan akses utama menuju Kecamatan Lembar. Kajian juga mempertimbangkan karakteristik jalan, termasuk lebar jalan, kondisi permukaan, dan fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi gangguan mobilitas masyarakat, risiko keselamatan, dan penurunan kualitas pelayanan jalan akibat kegiatan pembangunan SIHT. Upaya pengelolaan lalu lintas yang dirumuskan dalam dokumen Andalalin mencakup penerapan manajemen mobilisasi kendaraan proyek, pengaturan jadwal pengangkutan material untuk menghindari jam sibuk, penempatan rambu-rambu sementara dan petugas pengatur lalu lintas di titik kritis, serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat. Selain itu, dilakukan pemantauan lalu lintas secara berkala untuk mengevaluasi dampak kegiatan pembangunan terhadap kapasitas dan keamanan jalan, serta penyesuaian strategi pengelolaan bila diperlukan. Dokumen Andalalin ini menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan SIHT agar seluruh mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi dapat berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap pengguna jalan serta lingkungan sekitar, sesuai dengan ketentuan pengelolaan dampak lalu lintas yang berlaku. Tujuan Proyek Menjamin kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama kegiatan pembangunan SIHT. Mengendalikan dampak kegiatan pembangunan terhadap kinerja lalu lintas di sekitar lokasi. Meminimalkan risiko kemacetan dan gangguan mobilitas masyarakat akibat mobilisasi kendaraan proyek. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan terkait analisis dampak lalu lintas sebagai dasar perizinan pembangunan SIHT. Ruang Lingkup Rencana usaha dan/atau kegiatan Identifikasi dampak lalu lintas Upaya Pengelolaan Lalu Lintas Pelaporan dan evaluasi Hasil Kegiatan Kegiatan penyusunan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) telah menghasilkan Dokumen Andalalin yang memuat identifikasi potensi dampak kegiatan pembangunan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, beserta rencana pengelolaan arus kendaraan dan pengendalian risiko kemacetan yang disusun sesuai dengan karakteristik kegiatan dan kondisi lokasi. Dokumen ini memberikan gambaran yang jelas mengenai sumber dampak, titik rawan kemacetan, serta langkah pengelolaan lalu lintas yang harus dilaksanakan. Dokumen Andalalin yang dihasilkan menjadi dasar dalam memastikan bahwa rencana pembangunan SIHT dilengkapi dengan strategi pengelolaan lalu lintas yang terencana dan efektif. Informasi yang tersaji digunakan sebagai acuan untuk menilai kesesuaian mobilisasi kendaraan proyek dengan kondisi jalan eksisting serta untuk mengendalikan potensi gangguan terhadap mobilitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan selama tahap pembangunan. Hasil penyusunan Andalalin ini digunakan sebagai persyaratan perizinan terkait analisis dampak lalu lintas dan bahan pelaporan kepada instansi terkait. Dokumen tersebut juga menjadi referensi teknis bagi pelaksanaan pembangunan SIHT agar seluruh mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan pengelolaan dampak lalu lintas yang berlaku.

Field Observation Pada Proyek SUTT 150 kV Tanjung – Switching Mataram

Pengalaman Kami Field Observation Pada Proyek SUTT70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo Sebagai bagian dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang dilaksanakan oleh PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara. Untuk mengidentifikasi dampak lingungan yang ditimbulkan, dilakukan kegiatan Field Observation untuk memperoleh data kondisi lingkungan pada area yang dibangun dan dilintasi jaringan transmisi. Dalam pelaksanaan kegiatan Field Observation, PT Gaia Restorasi Ekologi Nusantara (GReEN) dipercaya sebagai konsultan pelaksana yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan observasi lapangan dan pengumpulan data lingkungan di sepanjang jalur transmisi. Kegiatan Field Observation dilaksanakan untuk menyediakan data lingkungan yang diperlukan sebagai dasar identifikasi potensi dampak lingkungan, sehingga dapat diketahui dampak lingkungan yang ditimbulkan setelah pelaksanaan pembangunan jalur transmisi dan upaya pengelolaannya. Deskripsi Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung – Switching Mataram merupakan bagian dari penguatan sistem ketenagalistrikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat guna mendukung kebutuhan energi, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan wilayah, khususnya di Kota Mataram dan wilayah sekitarnya. Namun demikian, pembangunan infrastruktur jaringan transmisi ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, terutama terhadap komponen keanekaragaman hayati di sepanjang jalur transmisi. Survei biodiversitas flora dan fauna dilaksanakan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan yang lebih komprehensif dan akurat pada area yang dibangun dan dilintasi jaringan transmisi. Survei dilakukan pada musim kemarau dan musim penghujan, mengingat perbedaan kondisi musim dapat memengaruhi keberadaan, aktivitas, dan distribusi spesies, serta kondisi habitat dan ketersediaan sumber pakan. Survei dilakukan sepanjang jalur SUTT 150 kV Tanjung – Switching Mataram yang melintasi wilayah Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan analisis spasial, jalur transmisi dan lokasi tower melintasi berbagai tipe tutupan dan penggunaan lahan, antara lain permukiman, lahan pertanian, area terbuka, serta area dengan vegetasi campuran. Variasi kondisi topografi dan penggunaan lahan tersebut berpotensi memengaruhi komposisi dan sebaran flora dan fauna di sekitar jalur transmisi. Pengumpulan data biodiversitas dilakukan menggunakan metode titik sampling untuk flora, point count untuk burung, belt transek untuk mamalia dan herpetofauna, serta wawancara dengan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kondisi biodiversitas dan mengidentifikasi potensi dampak pembangunan SUTT 150 kV, termasuk risiko interaksi satwa, khususnya burung, dengan jaringan transmisi, sebagai dasar perumusan langkah pengelolaan dan mitigasi yang diperlukan. Tujuan Proyek Memverifikasi keberadaan spesies target di area kegiatan. Mengidentifikasi flora dan fauna sepanjang jalur transmisi pada musim hujan dan kemarau. Menilai dampak kegiatan terhadap keanekaragaman hayati, termasuk habitat, komposisi komunitas, dan direct mortality. Memberikan rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan dampak. Memantau bird mortality di sekitar tower SUTT. Ruang Lingkup Jalur SUTT 150 kV Tanjung – Switching Mataram. Inventarisasi flora dan fauna. Penilaian dampak lingkungan. Rekomendasi mitigasi. Pemantauan bird mortality. Pelaporan dan evaluasi hasil survei. Hasil Kegiatan Laporan ini menyajikan hasil survei keanekaragaman hayati (biodiversitas) di sekitar lokasi pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanjung – Switching Mataram yang dilaksanakan pada dua periode waktu, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi dan struktur komunitas flora dan fauna di area proyek, serta mengevaluasi potensi dampak ekologis yang ditimbulkan oleh keberadaan infrastruktur jaringan transmisi terhadap keanekaragaman hayati setempat. Hasil survei fauna menunjukkan bahwa pada musim hujan dan kemarau tercatat 48 spesies burung, 7 spesies mamalia, 12 spesies reptil, dan 4 spesies amfibi. Survei vegetasi pada musim hujan dan kemarau mencatat keberadaan 94 spesies tumbuhan dari berbagai tingkat pertumbuhan. Analisis menunjukkan adanya dinamika ekologi yang ditandai oleh berkurangnya sebagian vegetasi akibat aktivitas antropogenik, serta perubahan komposisi dan dominansi spesies. Kondisi tersebut mengindikasikan berlangsungnya proses regenerasi vegetasi di wilayah studi. Berdasarkan hasil analisis risiko dampak yang mengacu pada ketentuan dalam Environmental & Social Management System Manual PT PLN (Persero), risiko lingkungan yang timbul akibat keberadaan dan operasional proyek SUTT 150 kV dikategorikan pada tingkat Sedang (Moderate). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi gangguan ekologis, kondisi biodiversitas di area studi masih memiliki tingkat ketahanan dan kapasitas adaptasi yang relatif baik.

Andalalin SIHT Kabupaten Lombok Barat

Pengalaman Kami Andalalin SIHT Desa Jembatan  Kembar Lombok Barat Sebagai bagian dari rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT), BAPPEDA Kabupaten Lombok Barat melaksanakan kegiatan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk mengkaji dan mengendalikan dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan SIHT. Dalam pelaksanaan kegiatan Andalalin, PT Gaia Restorasi Ekologi Nusantara (GReEN) dipercaya sebagai konsultan pelaksana yang bertanggung jawab terhadap penyusunan dokumen Andalalin SIHT Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan Andalalin disusun untuk merumuskan langkah pengelolaan lalu lintas yang diperlukan agar mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi selama pembangunan SIHT dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Deskripsi Kegiatan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) disusun untuk mendukung rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) yang direncanakan pada tahun perencanaan kegiatan, berlokasi di Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rencana pembangunan SIHT dilaksanakan pada lahan seluas 26.135 m² yang diperuntukkan bagi pembangunan bangunan utama sentra industri dan fasilitas pendukungnya. Rencana kegiatan pembangunan SIHT mencakup tahapan persiapan lahan, pembangunan fisik bangunan utama, prasarana utilitas, sistem drainase, serta sarana penunjang lainnya. Tahap kegiatan yang dikaji dalam dokumen Andalalin difokuskan pada potensi dampak kegiatan pembangunan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, termasuk mobilisasi alat berat, transportasi material konstruksi, serta peningkatan frekuensi kendaraan pribadi dan umum di akses jalan menuju lokasi kegiatan. Penyusunan dokumen Andalalin dilakukan dengan mengkaji kondisi lalu lintas eksisting, meliputi volume kendaraan, kapasitas jalan, tingkat pelayanan (Level of Service), titik rawan kemacetan, serta pola pergerakan kendaraan di sekitar Desa Jembatan Kembar dan akses utama menuju Kecamatan Lembar. Kajian juga mempertimbangkan karakteristik jalan, termasuk lebar jalan, kondisi permukaan, dan fasilitas pendukung keselamatan lalu lintas. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi gangguan mobilitas masyarakat, risiko keselamatan, dan penurunan kualitas pelayanan jalan akibat kegiatan pembangunan SIHT. Upaya pengelolaan lalu lintas yang dirumuskan dalam dokumen Andalalin mencakup penerapan manajemen mobilisasi kendaraan proyek, pengaturan jadwal pengangkutan material untuk menghindari jam sibuk, penempatan rambu-rambu sementara dan petugas pengatur lalu lintas di titik kritis, serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat. Selain itu, dilakukan pemantauan lalu lintas secara berkala untuk mengevaluasi dampak kegiatan pembangunan terhadap kapasitas dan keamanan jalan, serta penyesuaian strategi pengelolaan bila diperlukan. Dokumen Andalalin ini menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan SIHT agar seluruh mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi dapat berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap pengguna jalan serta lingkungan sekitar, sesuai dengan ketentuan pengelolaan dampak lalu lintas yang berlaku. Tujuan Proyek Menjamin kelancaran dan keselamatan lalu lintas selama kegiatan pembangunan SIHT. Mengendalikan dampak kegiatan pembangunan terhadap kinerja lalu lintas di sekitar lokasi. Meminimalkan risiko kemacetan dan gangguan mobilitas masyarakat akibat mobilisasi kendaraan proyek. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan terkait analisis dampak lalu lintas sebagai dasar perizinan pembangunan SIHT. Ruang Lingkup Rencana usaha dan/atau kegiatan Identifikasi dampak lalu lintas Upaya Pengelolaan Lalu Lintas Pelaporan dan evaluasi Hasil Kegiatan Kegiatan penyusunan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) untuk rencana pembangunan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) telah menghasilkan Dokumen Andalalin yang memuat identifikasi potensi dampak kegiatan pembangunan terhadap kondisi lalu lintas di sekitar lokasi, beserta rencana pengelolaan arus kendaraan dan pengendalian risiko kemacetan yang disusun sesuai dengan karakteristik kegiatan dan kondisi lokasi. Dokumen ini memberikan gambaran yang jelas mengenai sumber dampak, titik rawan kemacetan, serta langkah pengelolaan lalu lintas yang harus dilaksanakan. Dokumen Andalalin yang dihasilkan menjadi dasar dalam memastikan bahwa rencana pembangunan SIHT dilengkapi dengan strategi pengelolaan lalu lintas yang terencana dan efektif. Informasi yang tersaji digunakan sebagai acuan untuk menilai kesesuaian mobilisasi kendaraan proyek dengan kondisi jalan eksisting serta untuk mengendalikan potensi gangguan terhadap mobilitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan selama tahap pembangunan. Hasil penyusunan Andalalin ini digunakan sebagai persyaratan perizinan terkait analisis dampak lalu lintas dan bahan pelaporan kepada instansi terkait. Dokumen tersebut juga menjadi referensi teknis bagi pelaksanaan pembangunan SIHT agar seluruh mobilisasi kendaraan dan aktivitas transportasi dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan pengelolaan dampak lalu lintas yang berlaku.

Field Observation Pada Proyek SUTT 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo

Pengalaman Kami Field Observation Pada Proyek SUTT 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo Sebagai bagian dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo, dilaksanakan kegiatan Field Observation untuk memperoleh data kondisi lingkungan pada area yang dibangun dan dilintasi jaringan transmisi. Dalam pelaksanaan kegiatan Field Observation, PT Gaia Restorasi Ekologi Nusantara (GReEN) dipercaya sebagai konsultan pelaksana yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan observasi lapangan dan pengumpulan data lingkungan di sepanjang jalur transmisi. Kegiatan Field Observation dilaksanakan untuk menyediakan data lingkungan yang diperlukan sebagai dasar identifikasi potensi dampak lingkungan, sehingga dapat diketahui dampak lingkungan yang ditimbulkan setelah pelaksanaan pembangunan jalur transmisi dan upaya pengelolaannya. Deskripsi Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo merupakan langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Manggarai Barat, termasuk kawasan pariwisata Labuan Bajo. Namun, pembangunan infrastruktur ini berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup, terutama keanekaragaman hayati. Survei biodiversitas flora dan fauna dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan yang lebih lengkap dan akurat. Survei dilaksanakan pada musim kemarau dan musim penghujan, mengingat perbedaan musim memengaruhi aktivitas, sebaran, dan kemunculan berbagai spesies serta ketersediaan habitat dan sumber makanan. Survei dilakukan sepanjang jalur SUTT 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo yang melintasi Kecamatan Komodo dan Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan panjang sekitar 12 km dari PLTMG Flores hingga Gardu Induk Labuan Bajo. Berdasarkan analisis spasial, lokasi tower dan jalur transmisi yang disurvei melintasi berbagai tipe tutupan dan penggunaan lahan, meliputi lahan terbangun (sawah dan permukiman), area penggunaan lain (APL), serta kawasan hutan produksi tetap (HPT) di bawah pengelolaan KPH Manggarai Barat. Titik tower target survei (T09–T41) berada pada elevasi 8–239 mdpl dengan variasi kelas kelerengan dari datar hingga curam. Pengumpulan data biodiversitas dilakukan dengan metode titik sampling untuk flora, point count untuk burung, belt transek untuk mamalia dan herpetofauna, serta wawancara dengan pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kondisi biodiversitas serta menganalisis dampak proyek SUTT, termasuk potensi bird mortality akibat interaksi burung dengan jaringan transmisi, sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi. Tujuan Proyek Memverifikasi keberadaan spesies target di area kegiatan. Mengidentifikasi flora dan fauna sepanjang jalur transmisi pada musim hujan dan kemarau. Menilai dampak kegiatan terhadap keanekaragaman hayati, termasuk habitat, komposisi komunitas, dan direct mortality. Memberikan rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan dampak. Memantau bird mortality di sekitar tower SUTT. Ruang Lingkup Jalur SUTT 70 kV PLTMG Flores – Labuan Bajo. Inventarisasi flora dan fauna. Penilaian dampak lingkungan. Rekomendasi mitigasi. Pemantauan bird mortality. Pelaporan dan evaluasi hasil survei. Hasil Kegiatan Hasil survei keanekaragaman hayati sepanjang jalur proyek SUTT 70 kV menunjukkan bahwa struktur komunitas fauna dan flora di area studi masih relatif terjaga. Pada kelompok mamalia tercatat 30 individu, dengan spesies dominan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebanyak 21 individu, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kondisi habitat di sepanjang jalur proyek. Kelompok herpetofauna tercatat sebanyak 73 individu, dengan spesies dominan kadal kebun (Eutropis multifasciata, 17 individu) dan tokek (Gecko gecko, 16 individu), yang mengindikasikan distribusi yang cukup merata dan stabil di area survei. Survei flora yang difokuskan pada vegetasi berkayu mencatat 732 individu pohon dari 48 spesies, dengan beberapa titik pengamatan menunjukkan kerapatan pohon yang tinggi, sedangkan pada area persawahan tidak ditemukan tegakan pohon. Hasil ini menunjukkan bahwa struktur vegetasi di sepanjang jalur proyek sebagian besar tetap utuh, meskipun terdapat beberapa lokasi yang terpengaruh oleh penggunaan lahan manusia. Berdasarkan analisis lapangan dan kaidah Environmental & Social Management System Manual PT PLN (Persero), dampak proyek SUTT terhadap keanekaragaman hayati secara umum dikategorikan rendah dan bersifat lokal. Pemantauan Bird Mortality tidak mencatat adanya kematian burung maupun kelelawar di sekitar tower, sehingga risiko langsung terhadap fauna tergolong rendah. Meski demikian, potensi perubahan habitat tetap ada akibat kegiatan konstruksi, sehingga upaya mitigasi dan pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kelestarian ekosistem di sepanjang jalur transmisi.